Mengetahui Perbedaan penyebutan TUHAN

Apa bedanya arti kata “Allah”, “Tuhan”, “TUHAN(semua huruf besar )”, dan “Tuhan Allah”?

http://stat.kompasiana.com/files/2010/08/god-stone.jpgKalau dalam Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (untuk selanjutnya disebut dengan singkatan “LAI” saja ), kata-kata tersebut digunakan untuk menterjemahkan berbagai kata yang berbeda-beda. Kode bahasa LAI ini agak berbeda dengan kode bahasa umum yang dipakai oleh sebagian masyarakat dalam kesehariannya. Akibatnya, sebagian masyarakat itu sering salah paham dengan terjemahan LAI. Oleh karena itu, perlu kita perhatikan perbedaan kode bahasa itu agar nyambung ketika berkomunikasi.

1. Kata “Allah”

LAI menggunakan kata “Allah” dalam Alkitab sebagai padanan dari kata אֱלֹהִים ‘Elohim’.

Dalam bahasa Indonesia ragam umum, kata אֱלֹהִים ‘Elohim’ berpadanan dengan kata “Ilah” atau “Tuhan”.

So, kata “Allah” dalam bahasa Indonesia ragam LAI berpadanan dengan kata “Ilah” atau “Tuhan” dalam bahasa Indonesia ragam umum, tapi tidak berpadanan dengan kata “Allah” (Alloh ) dalam bahasa Indonesia ragam umum.

Itulah sebabnya Alkitab terjemahan LAI yang menggunakan kode bahasa LAI mengenal kata “Allah” dengan “A” awal berupa huruf besar dan kata “allah” dengan “a” awal berupa huruf kecil. Kode bahasa LAI ini berpadanan dengan kata “Ilah” dan “ilah” atau “Tuhan” dan “tuhan”.

Bahasa Asli

Bahasa Indonesia ragam LAI (kode bahasa LAI )

Bahasa Indonesia ragam umum (kode bahasa umum )

אֱלֹהִים ‘Elohim’

Allah, allah

Ilah, ilah

Tuhan, tuhan

2. TUHAN

LAI menggunakan kata “TUHAN” (semua huruf kapital ) untuk menyalin (bukan menterjemahkan ) nama diri Ilah (אֱלֹהִים ‘Elohim’ ) dalam bahasa Ibrani, yaitu nama יהוה ‘YHWH’ “Yahweh”. Bila disalin menggunakan bahasa Indonesia ragam umum, maka nama diri ini disalin mengggunakan kata “ALLAH” atau “Allah”. Dalam bahasa Indonesia ragam umum, kata “Allah” atau “ALLAH” adalah nama diri, sehingga tidak dikenal kata “allah” dengan “a” huruf kecil.

Bahasa Asli

Bahasa Indonesia ragam LAI (kode bahasa LAI )

Bahasa Indonesia ragam umum (kode bahasa umum )

יהוה ‘YHWH’ “Yahweh”

TUHAN (ditulis dengan huruf besar semua )

Allah, Alloh

ALLAH, ALLOH

3. TUHAN Allah

LAI menggunakan kata “TUHAN Allah” untuk menyalin dan menterjemahkan frase יהוה אֱלֹהִים ‘YHWH (Yahweh ) Elohim’. Dalam bahasa Indonesia ragam umum, frase יהוה אֱלֹהִים ‘YHWH (Yahweh ) Elohim’ berpadanan dengan frase “Tuhan Allah”, “Tuhan Alloh”, “Ilah Allah”, “Ilah Alloh”, “Tuhan ALLAH”, “Tuhan ALLOH”, “Ilah ALLAH”, atau “”Ilah ALLOH”"

Bahasa Asli

Bahasa Indonesia ragam LAI (kode bahasa LAI )

Bahasa Indonesia ragam umum (kode bahasa umum )

יהוה אֱלֹהִים ‘YHWH (Yahweh ) Elohim’

TUHAN Allah

“Tuhan Allah”, “Tuhan Alloh”, “Ilah Allah”, “Ilah Alloh”, “Tuhan ALLAH”, “Tuhan ALLOH”, “Ilah ALLAH”, atau “”Ilah ALLOH”"

4. Tuhan

LAI menggunakan kata “Tuhan” untuk menterjemahkan kata אָדֹן “`Ādōn” atau אָדֹני `Ādōnay yang berpadanan dengan kata “Lord” (bahasa Inggris ) dan bukannya berpadanan dengan kata “God” (bahasa Inggris ). Dalam bahasa Arab, kata ini berpadanan dengan kata “Rabb” atau “Sayyidina”.

Tidak ada padanan yang pas sekali untuk kata ini dalam bahasa Indonesia. Pada intinya, kata ini merujuk kepada pihak yg memiliki posisi/jabatan superordinat (di atas ). Maknanya juga tergantung konteks, bisa berarti Tuan, Penguasa, Guru, Junjungan, Bos, Raja, dsb. Satu hal lagi, kata אָדֹן “`Ādōn” atau אָדֹני `Ādōnay adalah suatu posisi/ jabatan.

Bahasa Asli

Bahasa Indonesia ragam LAI (kode bahasa LAI )

Bahasa Indonesia ragam umum (kode bahasa umum )

אָדֹן “`Ādōn” atau אָדֹני `Ādōnay

Tuhan

Sayyidina

Rabb

Tuan, Kanjeng, Bos, Penguasa

Akibat dari penggunaan bahasa Indonesia ragam LAI yang hanya dimengerti oleh orang-orang yang sejak kecil terdidik oleh bahasa ragam LAI dan orang theologi saja ini adalah kesalahpahaman terhadap Alkitab banyak dialami oleh sebagian masyarakat yang menggunakan kode bahasa umum dalam bahasa keseharian. Andai terjemahan tersebut menggunakan bahasa Indonesia ragam umum, tentulah kesalahpahaman terhadap Alkitab yang dialami oleh sebagian masyarakat tersebut dapat lebih diminimalkan.

Disarankan, LAI juga menerbitkan terjemahan Alkitab yang menggunakan kode bahasa umum dalam ragam bahasa yang dikenal masyarakat umum, disamping menerbitkan terjemahan terjemahan Alkitab yang menggunakan kode bahasa LAI seperti saat ini. Terjemahan Alkitab dengan kode bahasa LAI ditujukan bagi mereka yang telah terbiasa dengan kode bahasa khusus LAI, sedangkan terjemahan Alkitab dengan kode bahasa umum ditujukan bagi masyarakat luas yang lebih terbiasa menggunakan kode bahasa umum dalam kesehariannya.