Mengeluh Dalam Doa

Tak perlu lagi mengeluh...tentang doa yang belum dan mungkin tak akan terjawab...tak perlu mengerang...tentang penderitaan dan kesusahan...tak perlu mengklaim janji-NYA...karena kita hanya menjadi...manusia penuntut...hanya ingin kebahagiaan datang tapi enggan pikul salib...

Mengeluh Dalam DoaIngatlah akan Ayub tak pernah mengalah, meski kekayaannya dirampas, sakitnya tak terkira, istrinya menghujat, namun akhirnya terlihat, ujian itu lulus 100%, dan Ayub idola umat, dari jaman ke jaman.

TUHAN adalah penebusmu...Juruselamat dalam tiap masalah tetapi WAKTUNYA bukanlah waktu kita..diam dan tenanglah..JANGAN TAKUT! karena semuanya..dipakai-NYA...untuk kebaikan kita !

KASIH tidak hanya ada di perasaan yang positif, seperti kegembiraan, keamanan, kenyamanan, TETAPI juga melingkupi perasaan yang negatif seperti kesukaran, permasalahan, pencobaan, kesedihan dan berbagai masalah yang lain.Penderitaan mengajarkan kepada kita apa itu MENGASIHI MUSUH.

Dan memang sudah dinubuatkan dari dulu kalau pengikut Kristus Yesus akan mengalami penderitaan. Di kitab Yakobus dikatakan untuk sabar dalam penderitaan, tekun dalam doa, hingga RAJA SHALOM itu akan datang.

TUHAN Yesus sendiri mengatakan: “Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.” (Matius 10:25)

Sesungguhnya, membina diri itu harus dimulai dengan meluruskan hati. Diri yang diliputi geram dan marah tidak mungkin lurus. Yang diliputi kuatir dan gentar tidak mungkin lurus. Yang diliputi rasa puas dan girang tidak mungkin lurus. Yang diliputi duka dan belas kasihan tidak mungkin lurus.

Bila hati tidak pada tempatnya walau pun melihat tidak akan nampak. Meski pun mendengar tidak akan terdengar. Sungguh pun mengunyah tidak akan merasa. Itu sebabnya dikatakan sesungguhnya, membina diri itu harus dimulai dengan meluruskan hati.

Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Yakobus 1:14-15