Pengajaran Penebusan Dosa

Kasih TerangMU Bersinar - Sebenarnya darimana pengajaran tentang penebusan dosa itu? Benarkah dari Paulus? Pengajaran tersebut dari Yohanes Pembabtis.

"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29 )

Tentang Pengajaran Penebusan DosaPerkataan Yohanes Pembaptis tersebut merujuk kepada Yesaya 53:1-12, khususnya Yesaya 53: 7, 10, & 1.  Yesaya sendiri hidup sekitar 8 abad sebelum Yesus lahir. Ini berarti Yohanes Pembaptis hendak menunjukkan bahwa nubuat ratusan tahun sebelumnya itu penggenapannya adalah Yesus.

Lengkapnya bunyi Yesaya yang dituliskan oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan ALLAH dinyatakan?
  2. Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan ALLAH dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
  3. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
  4. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
  5. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
  6. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi ALLAH telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
  7. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
  8. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku, ia kena tulah.
  9. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
  10. Tetapi ALLAH berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak ALLAH akan terlaksana olehnya.
  11. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
  12. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. (Yesaya 53:1-12 )

Dari kitab Yesaya tersebut kita dapat mengetahui bahwa anak domba adalah korban penebus salah yang menanggung dosa banyak orang. Yohanes Pembabtis menyebutkan bahwa Yesus adalah ‘anak domba’-Nya Allah. Ini berarti Yesus adalah korban penebus salah yang menanggung dosa banyak orang sebagaimana yang dinubuatkan dalam Yesaya 53:1-12 tersebut.

Setelah mengetahui bahwa perlambang “anak domba” itu merujuk kepada Yesus sebagaimana yang dikatakan oleh Yohanes Pembabtis, maka Yesaya 53:1-12 jadi terlihat jelas telah menubuatkan bahwa Yesus ini….

  1. menderita sengsara (ayat 2-5, 7 – 8a )
  2. dibunuh (8c-9, 12 ) sebagai korban penebus salah (ayat 10 ) untuk menanggung dosa banyak orang (ayat 12e, 8d ) dan kejahatan mereka (ayat 11d ). Mati di antara penjahat-penjahat (ayat 9b )
  3. ditikam (ayat 5a )
  4. dikuburkan di antara orang-orang fasik (ayat 9a )
  5. dihidupkan kembali (ayat 11a ) dan umurnya berlanjut (ayat 10d )
  6. memasuki kemuliaan sebagai Raja dengan kekuasaan yang sangat besar (12a-b )
  7. banyak orang dibenarkan (justified ) melalui Yesus (ayat 11b )

Bandingkan nubuat Yesaya dari sekitar abad 8 SM tersebut dengan kisah yang dialami oleh Yesus, maka kita akan mendapati bahwa nubuat tersebut telah digenapi pada diri Yesus.

Jadi, ajaran Yesus penebus dosa itu berasal dari Yohanes Pembabtis yang merujuk kepada nubuat Yesaya hampir 800 tahun sebelum Yesus lahir. Ajaran tentang penebusan dosa tidak berasal dari Paulus.