Menjadi Pria Sejati

Roma 5:19 “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”

Alkitab berkata oleh ketidaktaatan satu orang maka semua orang telah menjadi orang berdosa. Dalam terjemahan bahasa Inggris kata satu orang dituliskan dengan kata ‘Man’ yang artinya adalah pria. Mengapa Alkitab mengatakan karena satu orang (pria) meskipun sebenarnya yang berbuat dosa lebih dahulu adalah wanita (Hawa)? Bukankah seharusnya ditulis oleh karena wanita maka semua orang telah menjadi orang berdosa? Bukankah lebih adil bila ditulis oleh karena pria dan wanita maka semua orang menjadi orang berdosa ?

Oh tidak, Tuhan itu maha adil, Alkitab mengatakan oleh karena seorang pria semua orang menjadi berdosa sebab memang prialah diberi tanggung jawab oleh Tuhan. Sebagai pemimpin, pria harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh isteri dan anak-anaknya. Sebenarnya dosa Adam yang terbesar bukanlah karena ia telah memakan buah terlarang melainkan karena ia menolak bertanggung jawab atas kesalahannya dan isterinya sehingga akibat penolakannya untuk bertanggung jawab itu semua orang menjadi berdosa. Akan tetapi Yesus Kristus, sang pria sejati itu datang mengambil tanggung jawab atas dosa semua orang sehingga oleh ketaatanNya semua orang menjadi orang benar.

Menjadi Pria SejatiSalah satu hal yang paling sulit dilakukan oleh pria adalah mengakui bahwa dirinya bersalah. Pria lebih suka menyalahkan orang lain daripada menghadapi kebenaran bahwa dirinya perlu berubah. Banyak pria yang lebih baik mati daripada kehilangan muka dengan mengakui kesalahannya.

Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang dua orang yang datang berdoa di bait Allah yaitu orang Farisi dan pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya : “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”  Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”  Yesus mengatakan pemungut cukai ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang Farisi itu tidak. Pemungut cukai itu dibenarkan Allah sebab ia datang berdoa dengan sikap yang rendah hati sedangkan orang Farisi berdoa dengan sikap hati yang sombong.

Alkitab berkata, "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.  Inilah saatnya bagi kita sebagai pria Allah untuk bertobat dan memikul tanggung jawab yang telah Tuhan berikan kepada kita. Biarlah kita tidak mengulangi kesalahan generasi sebelumnya yang tidak memikul tanggung jawab.

Bila pria berubah maka keluarga akan berubah, bila keluarga berubah maka masyarakat akan berubah dan bila masyarakat berubah maka bangsa akan berubah !