Untuk Apa Wanita Diciptakan Allah

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kejadian 2:18

Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19

Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Kejadian 2:20

Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Kejadian 2:21

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22

Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Kejadian 2:23

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kejadian 2:24

Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. Kejadian 2:25

Untuk Apa Wanita Diciptakan Allah

Silahkan baca kisah penciptaan wanita dalam Alkitab, lalu pertimbangkanlah beberapa pertanyaan berikut ini.

Apakah wanita diciptakan untuk menjadi teman hidup lelaki? Bukan!
Apakah wanita diciptakan untuk dilindungi lelaki? Bukan!
Apakah wanita diciptakan untuk dikasihi lelaki? Bukan!
Apakah wanita diciptakan untuk bersaing dengan lelaki? Bukan!

Untuk apa wanita diciptakan Allah? Untuk menjadi penolong yang sepadan bagi lelaki!

“Karena wanita diciptakan Allah untuk menjadi penolong yang sepadan bagi lelaki, karena engkau sudah memilih untuk menjadi penolong yang sepadan bagi suamimu, karena Allah sudah menempatkan engkau menjadi penolong bagi suamimu! Engkau boleh memilih, mengkhianati pilihanmu atau menggenapi amanat Tuhan.”

Hai wanita, sebagai seorang istri, engkau harus menjadi seorang penolong yang sepadan bagi suamimu, sebagai seorang ibu engkau harus menjadi seorang penolong yang sepadan bagi anak-anakmu. Itulah kodratmu sebagai wanita, itulah anugerahmu itu pula kutukanmu. Saya tidak mengada-ada, itulah yang saya pahami tentang wanita setelah mempelajari Alkitab. Kalau anda tidak setuju, tolong jangan memaki-maki saya, tetapi tunjukkanlah kebenarannya, maka saya akan bertobat dan mengubah pandangan saya.