Menutup Pintu Sorga

Alkitab ditulis untuk DIPAHAMI

Izinkan penulis memberi nasehat. Jangan pernah berharap bahwa suatu saat Anda semua akan terbangun dan menjadi seorang GENIUS Alkitab yang langsung memahami semua ajaran Alkitab dengan benar.

Hanya ada satu jalan untuk memahami ajaran Alkitab yaitu, rajin belajar Alkitab dengan cara yang benar. Alkitab ditulis untuk DIPAHAMI, bukan untuk DITAFSIRKAN. Itu sebabnya disebut Alkitab. Bila Alkitab ditulis untuk DITAFSIRKAN maka dia pasti disebut KITAB TAFSIR.

Alkitab hanya bisa dipahami dengan AKAL BUDI, itu sebabnya jangan coba-coba memahaminya dengan SIKUT apalagi dengan DENGKUL. Walaupun banyak orang sering mengajar tentang OTAK DENGKUL, namun percayalah kepada penulis, DENGKUL nggak punya otak sama sekali. Karena Alkitab hanya bisa dipahami dengan AKAL BUDI,

itu sebabnya anda HARUS menggunakan akal budi ketika mempelajarinya. Pelajarilah Alkitab TANPA prasangka. Orang-orang yang MENAFSIRKAN ayat-ayat Alkitab melakukannya karena dua alasan:

  1. Tidak memahami ayat yang dibaca
  2. Menganggap ayat yang dibaca TIDAK logis

Itu sebabnya mereka yang MENAFSIRKAN Alkitab selalu mengklaim bahwa yang mereka ajarkan adalah PEMAHAMAN yang paling LOGIS, atau menghimbau orang lain agar tidak memahaminya dengan akal budi seperti yang mereka lakukan. Sekali Anda semua MENAFSIRKAN Alkitab, maka Anda semua KEHILANGAN kesempatan untuk memahami AJARAN sejatinya.

TIDAK ada KESALAHAN di dalam penulisan Alkitab, itu sebabnya bila Anda semua TIDAK memahaminya atau menganggapnya TIDAK LOGIS, itu berarti yang BERMASALAH adalah diri Anda semua, bukan Alkitabnya. Itu sebabnya, yang HARUS Anda semua lakukan adalah MEMPELAJARINYA lagi berulang-ulang, BUKAN menafsirkannya dengan PENGETAHUAN Anda semua sebagai STANDARD kebenaran.

Ada orang yang belajar satu kali langsung MENGERTI. Ada pula orang yang belajar 10 kali baru MENGERTI . Bila harus belajar 100 kali baru MENGERTI, tolong jangan berkecil hati sebab, walaupun harus belajar 1.000 kali baru MENGERTI namun MENGERTI itu satu adanya.

Bila Anda semua takut diejek, Anda semua tidak perlu memberitahu orang lain, berapa kali Anda semua belajar baru mengerti. Dengan demikian, orang-orang hanya tahu bahwa Anda semua MENGERTI.