Alkitab Tidak Didiktekan Langsung oleh Allah (Bagian 2)

Alkitab Adalah Rekaman Iman Manusia Kepada Allah. Saya sering bertanya siapakah pengarang Alkitab? Tentu jawaban yang saya peroleh hampir senada, dengan menyebutkan nama-nama pengarang kitab-kitab tersebut.

Alkitab sendiri terdiri dari 39 Kitab PERJANJIAN  LAMA (TAURAT, ZABUR dan KITAB LAINNYA) serta 27 Kitab PERJANJIAN BARU (INJIL dan KITAB LAINNYA), ditulis oleh sekitar 40 orang pada zaman yang berbeda-beda kurang lebih 1500 tahun lamanya dan telah menjadi satu kesatuan yang utuh dan lengkap dalam menjelaskan karya KASIH TUHAN kepada umat manusia. 

Jawaban tersebut tidak salah tapi masih saja ada yang meragukan dan kurang puas. Saya menganggap PENGARANG Alkitab adalah Allah sendiri, akan tetapi di lain sisi, Alkitab adalah juga karya manusia.

baca alkitabAlkitab jelas bukan buku yang didiktekan langsung oleh Allah, sehingga segala sesuatunya harus sempurna. Kalau Alkitab didiktekan langsung oleh Allah, pasti yang ada di dalamnya sangat sempurna, segala-galanya sempurna, sempurna segala isi yang ada di dalamnya. Karena sudah sempurna tentu kita tak perlu memperdebatkannya dengan begitu sengit. Kecuali orang BEBAL  saja yang meragukan kesempurnaan Allah.

Alkitab adalah buku iman. Alkitab adalah rekaman iman manusia kepada Allah yang telah mewahyukan Diri kepada manusia secara perlahan-lahan selama ribuan tahun. Artinya Allah mewahyukan Diri secara bertahap sesuai dengan kemampuan manusia menangkap wahyu-Nya. Manusia yang diilhami hanya merumuskan Sabda Allah dengan dibimbing oleh Roh Kudus. Isi pokok Alkitab memang berasal dari Allah, tetapi cara perumusannya terserah pada kemampuan PENULIS MANUSIAWI. Maka bisa terjadi, satu kitab mengalami proses penulisan yang cukup lama dan merupakan buah karya beberapa orang, karya seseorang sering diperluas oleh penulis berikutnya.

Sekali lagi, Alkitab adalah BUKU IMAN, BUKAN buku sejarah. Oleh sebab itu ada banyak ayat dari Alkitab yang tidak historis sepenuhnya. Artinya, Alkitab tidak bermaksud menyampaikan sejarah dalam arti ketat. Dari hal ini tidak mengherankan kalau ada kisah-kisah atau hal-hal yang DIULANG dalam kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Alkitab mencatat dalam Kejadian bahwa manusia adalah MAKHLUK PALING MULIA DI ANTARA SEGALA CIPTAAN. Kitab Kejadian bukan kitab sejarah, namun ingin mewartakan bahwa umat manusia itu BERASAL DARI ALLAH YANG SAMA dan NENEK MOYANG YANG SAMA. Artinya, sebenarnya semua bangsa itu bermartabat dan perlu bersatu. Kitab Kejadian 1 dan 2 barangkali tidak dimaksudkan bahwa pada awal sejarah dunia benar-benar pernah ada HANYA DUA MANUSIA saja di seluruh muka bumi ini, yakni Adam dan Hawa. Bagaimana persisnya asal-usul dunia, mungkin bukanlah persoalan yang mau dijawab oleh Kejadian 1 dan 2 itu.

Bersambung ke Bagian 3. Tuhan Allah Hanya Memberikan Nafas Hidup Kepada Manusia