Menutup Pintu Sorga

Nafas Hidup Tuhan Nyawa Adam (Bagian 15)

ADAM diciptakan oleh Tuhan Allah menjadi “ilah” atas dunia dan manusia senantiasa menjadi dan akan terus menjadi ciptaan tertinggi dari Tuhan Allah, dari semua ciptaan dan makhluk di surga dan di bumi. Adam, yang bahasa ibraninya Adamah, karena berasal dari tanah, adalah nama kolektip yang akhirnya menjadi nama diri manusia pertama itu.

Itulah kreativitas dan cinta yang telah diungkapkan Allah dalam manusia, berbagai jenis tumbuhan, binatang, dan lingkungan, yang masih dapat dilihat oleh kita sampai saat ini. Adam adalah gambar Allah dan rupa Allah adalah kesempurnaan makhluk hidup yang disebut manusia. Manusia dilukiskan begitu khusus hasil dari kerjasama Allah yang tertuang dalam ayat di bawah ini.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26).

Dunia diciptakan ideal oleh Allah, Adam sebagai manusia pertama begitu istimewa, hingga dibuatkan sebuah taman sebagai bentuk untuk membangun hubungan dengan Tuhan Allah, agar mentaati-Nya. Karena Adam menjadi pusat perhatian Allah dan ia adalah makhluk yang tergantung sepenuhnya kepada Tuhan Allah, walau menerima kebebasan untuk memilih.

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. (Kejadian 2:8).

Adam diberi otoritas dan tanggung jawab terhadap taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Dan Adam adalah penghuni pertama di dunia ini sebagai ORANG DEWASA. Dapat diartikan demikian, karena bila Adam bukan orang dewasa tentu tidak akan bisa mengusahakan dan memelihara taman yang mungkin berukuran sangat besar. Ya, taman Eden pastilah taman terbesar yang pertama ada di bumi, karena di taman tersebut mengalir sungai untuk membasahi taman itu dan alirannya menjadi empat cabang.

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7).

dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. (Kis. 17:25).

Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit   dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:(Yesaya 42:5)

Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik. (Ayub 7:7).

Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku
hidup
(Ayub 33:4).

Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. (Yeh 37:5).

Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. (Mzm 104:30).

Nafas adalah udara yang dihirup dan dikeluarkan kembali melalui hidung. Manusia menjadi makhluk yang hidup, bahasanya ibraninya nefesy, berkat hembusan nafas yang menghidupkan atau juga berkat roh, ibraninya ruah . Hidup adalah bergerak, masih terus ada, bekerja sebagaimana mestinya dan tidak mati.

Adam tentu mempunyai pengetahuan ketika diciptakan, semua pengetahuan itu tak lain dari NAFAS HIDUP yang dihembuskan Tuhan Allah ke dalam lubang hidungnya. Mustahil Adam tak mempunyai pengetahuan tetapi diperintahkan untuk mengelola taman yang begitu besar itu. Dan Adam adalah satu-satunya manusia yang menerima langsung hembusan nafas dari Tuhan Allah, inilah keistimewaan Adam yang membuat berbeda dengan manusia-manusia yang pernah ada di dunia ini. Nafas hidup telah membuat Adam mempunyai HUBUNGAN yang ISTIMEWA dengan Tuhan Allah. Sementara itu pengetahuan yang ada pada Adam bisa kita simak dari ayat-ayat di bawah ini.

Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;(Yesaya 11:2).

Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap? (Yes. 2:22).

selama
nafasku masih ada padaku,dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku,
maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan,dan lidahku tidak
akan melahirkan tipu daya.(Ayub 27: 3-4).

Tetapi roh yang ada di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. (Ayub 32:8).

Inilah karakter awal Adam sebagai manusia, nafas Tuhan Allah telah membuat Adam bisa dianggap tidak ada cacat cela, ia cerdas mengelola karena ada pengertian atau memahami, menangkap apa yang diperintahkan oleh Tuhan Allah. Dan  ia patuh pada mulanya, ia pasti berbicara muka dengan muka dengan Tuhan Allah (barangkali DIa adalah Tuhan Yesus yang telah kita kenal pada akhirnya, karena Allah adalah Roh dan kelak menampakkandiriNya dalam wujud manusia yaitu Yesus Kristus).

Dan di dalam Kejadian 2:4-25 ada tiga Pencipta yang disebutkan, yaitu Allah, Tuhan Allah serta Roh Allah, Tiga tetapi Esa, ada yang tidak tampak namun ada. Sementara Hawa dibangun dari Adam tanpa dihembusi nafas Allah, karena nafas itu sudah ada pada Adam, jadi Hawa tentunya memiliki pengetahuan yang sama dengan Adam, karena kalau tidak demikian, Hawa bukan penolong YANG SEPADAN dengan dia, Hawa tidak akan disebut ISTERINYA. Jadi Adam dan Hawa adalah dua manusia penghuni taman Eden yang berpengetahuan cukup untuk memelihara taman itu.

Nafas hidup atau roh yang ada pada Adam Hawa adalah roh yang langsung dihembuskan dari Tuhan Allah, roh yang tidak mengenal semua nafsu kejahatan. Terbukti Adam dan Hawa telanjang namun tidak malu, tidak takut, tidak ada perasaan berdebar-debar melihat lawan jenisnya yang polos, seperti bayi pikirannya, tetapi mereka bayi dewasa yang entah usianya berapa ? Keberadaan mereka berdua di taman Eden tanpa dibatasi waktu hingga sesuatu itu terjadi.

Mereka keduanya telanjang, manusia dan istrinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. (Kejadian 2:25).

Pada penciptaan langit dan bumi serta manusia, dalam Kitab Kejadian tidak diceritakan tentang penciptaan Malaikat atau Iblis, jadi bagaimana kita bisa menafsirkan kalau ular sebagai Iblis atau dirasuki iblis? Bukankah dosa awal disebutkan berasal dari satu orang ? Bagaimana kita bisa meyakini bahwa Iblis adalah malaikat yang memberontak, padahal awal penciptaan malaikat tidak disebutkan, apalagi Iblis.

Di dalam taman Eden ada misteri yang tidak semua orang bisa mengerti dan memahami, MALAIKAT dan IBLIS, ADAM dan HAWA, makhluk roh dan makhluk hidup serta nafas Allah, semuanya akan mewarnai kehidupan dunia kelak. Ada yang menyesatkan, ada yang menyelamatkan.

Sebelum menafsirkan Iblis adalah nama yang berasal dari roh Adam, Hawa rohnya menjadi  Malaikat, bahwa nafas Allah ada pada keduanya, saya perlu mempelajari ayat-ayatnya lebih lanjut. Karena kemungkinan-kemungkinan tafsiran itu bisa saja demikian, walau itu bukanlah persoalan yang mau dijawab dalam Kitab Kejadian .

Bersambung ke Bagian 16 :

Penciptaan-Langit dan Cakrawala adalah Saksi Sah Keberadaan Allah (Bagian 16)