Hendaklah Kamu Saling Mengampuni

Ef 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Masa lalu adalah masa lalu yang tidak perlu diingat-ingat lagi. Kepahitan, sakit hati, kegeraman dan lain sebagainya yang dialami pada masa lalu yang masih diingat, bisa membuat kita menderita. Kenapa? Karena masa lalu yang kelam, masa lalu yang pahit, masa lalu yang mengerikan, masa lalu yang penuh dengan kepedihan bisa membuat trauma di masa sekarang dan masa yang akan datang. Menjadi gelisah, menjadi penakut, menjadi pemarah, menjadi pengecut dan lain sebagainya adalah merupakan bagian masa lalu yang masih diingat dan dibawa pada masa kini.

Masa lalu yang disimpan rapat-rapat dan tidak disembuhkan dapat diibaratkan seperti sebuah borok di tubuh yang tidak diobati dan disembuhkan secara total. Memang kelihatan telah sembuh, namun sebenarnya luka itu masih berpotensi untuk terbuka kembali. Ketika melihat pelaku, ketika melihat kejadian serupa atau teringat kembali, maka akan timbul trauma.

Kita harus membuang segala kepahitan dari hidup kita dengan cara memberi pengampunan. Ketika kita membuka pintu pengampunan bagi orang lain yang telah menyakiti hati kita, berarti kita telah membuka pintu hati kita untuk  Tuhan dapat bekerja. Saat kita memilih untuk menolak mengampuni seseorang, saat itu juga kita menutup pintu bagi pekerjaan Tuhan dan Dia tidak bisa mendengarkan doa karena pintu hati kita masih tertutup. Ketahuilah, bahwa setiap teriakan hati kita akan terdengar oleh Tuhan ketika hati kita dibuka untuk pengampunan. 

Firman Tuhan yang didengar dan yang dibaca akan dapat dengan leluasa bekerja di dalam hati kita. Roh Kudus akan memampukan kita untuk melupakan kepahitan dan akan menggantinya dengan sukacita, damai sejahtera, dan lain sebagainya. Ketika pintu hati kita terbuka untuk pengampunan, Tuhan akan melihat setiap kesalahan yang telah diperbuat seseorang  terhadap kita, Ia melihat setiap situasi tidak adil yang telah kita alami. Jika kita memilih tinggal dalam iman kepadaNya, Ia akan mendatangkan keadilan bagi kita. Disaat kita mengampuni dan memusatkan pikiran pada firman Tuhan, kita akan dapat berjalan dengan bebas dalam kehidupan yang ada. Oleh karena itu, mari kita buka hati untuk pengampunan bagi orang yang telah menyakiti hati kita sehingga kuasa Tuhan bekerja dengan leluasa. Terpujilah nama Tuhan. Amin