Benarkah Lucifer itu Nama Iblis ?? (Bagian 8)

LUCIFER ternyata sudah sangat mengakar kuat sebagai nama Iblis di seantero penafsir Alkitab di jagat raya ini sebelum ia diusir dari surga.

Dan Yeyasa l4:12 menjadi ayat bukti bahwa Bintang Timur, putera Fajar yang diterjemahkan menjadi Lucifer adalah malaikat yang memberontak dan akhirnya disebut Iblis. Bahkan ada illusi nekat untuk mengatakan bahwa malaikat Lucifer nama aslinya malaikat Luciel, sama seperti Gabriel, Mikael dan bisa ditambah lagi malaikat-malaikat versi Talmud, yaitu malaikat Rafael, Uriel, Chamuel, Jophiel dan Zadkiel. Nama malaikat yang sering berakhiran elmengandung arti Allah atau milik Allah.

Dan Nyanyian ratapan mengenai raja Tirus, Yehezkiel 28 : 11-19 dan Wahyu 12:9 sebagai ayat pendukung bahwa Lucifer adalah nama Iblis atau Setan, Raja Tirus sebagai cerminan Setan atau riwayat Setan. Iblis adalah malaikat jatuh sepertinya sudah menjadi harga mati dan untuk lebih meyakinkan para pembaca Alkitab, sang penafsir semakin nekat mengarang sebuah cerita yang seolah-olah sebagai kebenaran Alkitab, cerita tersebut saya kutip di bawah ini :

Suatu ketika, pada Permulaan Penciptaan, terjadilah suatu Pertempuran Besar di Surga.
Beginilah kisahnya: Tuhan menciptakan Surga dan Bumi dan semua malaikat dan para pemimpin
malaikat yang disebut Malaikat Agung. Para Malaikat Agung adalah sahabat Tuhan. Mereka
Bercahaya dan Gagah serta Perkasa. Termasuk di antara para malaikat agung adalah Gabriel,
Rafael dan Mikhael. Selain mereka ada juga Lucifer. Lucifer sangatlah elok hingga para malaikat
menyebutnya Putera Fajar.

Para malaikat berbahagia karena mereka bersama-sama dengan Allah dan mereka semua mengasihi-Nya. Kemudian, pada suatu hari Lucifer berkata kepada dirinya sendiri: “Mengapa harus Tuhan yang paling berkuasa di Surga? Mengapa bukan aku? Aku bisa terbang dan berubah wujud, aku elok serta gagah perkasa. Sesungguhnya aku ini sama pentingnya dengan Tuhan. Mulai sekarang aku tidak lagi akan melakukan perintah-Nya. Aku akan melawan-Nya dan Surga akan menjadi milikku!”

Maka, Lucifer pergi berkeliling Surga dan ia mengumpulkan banyak malaikat yang juga tidak suka dianggap kurang penting dibanding Tuhan hingga terbentuklah suatu pasukan yang besar. Pasukan para malaikat itu menuju Tahta Allah dan berkata dengan sombongnya: “Kami ini sama pentingnya dengan Engkau. Mengapa harus Engkau yang menjadi Raja atas Surga dan atas kami? Kami ini Gagah perkasa dan Elok dan penuh Kebanggaan diri. Kami akan bertempur melawan Engkau untuk merebut Kerajaan Surga.”

Tuhan memandang mereka, dan kemudian Ia berkata: “Lucifer, Aku menganggapmu sebagai seorang sahabat, dan Aku percaya kepadamu. Bertindaklah bijaksana, coba pikirkan apa yang hendak engkau lakukan ini.”

“Aku sudah memikirkannya,” kata Lucifer, dan lebih baik aku tidak tinggal di surga sama sekali daripada Engkau harus menjadi Rajaku, demikian juga pendapat para malaikat yang lain!”

Dan di belakangnya seluruh  malaikat yang memberontak berseru dengan suara lantang: “Kami berpihak pada Lucifer! Hidup Lucifer! Biarlah ia yang memerintah atas kami di Surga! KAMI TIDAK MENGHENDAKI TUHAN!”

“Baiklah,” kata Tuhan, “jika kalian tidak menghendaki Aku. Tetapi, jika kalian hendak menguasai Surga, kalian boleh mencobanya jika kalian mau.”

Kemudian, Tuhan memanggil Malaikat Agung Mikhael dan memerintahkannya untuk membentuk Pasukan Balatentara Surgawi yang berada di pihak Tuhan.

Maka terjadilah Pertempuran Besar di Surga antara Mikhael dan para malaikatnya melawan Lucifer. Lucifer berperang, dan para malaikatnya juga berperang, tetapi mereka TIDAK DAPAT menang. Mikhael menghalau Lucifer dari Surga dan Lucifer jatuh ke bawah dan ke bawah dan ke bawah hingga ke neraka.

Semua malaikat pengikutnya dihalau juga bersama dengan Lucifer. Pintu Surga kemudian ditutup.
Sorak-sorai terdengar membahana dari pihak Balatentara Surgawi yang dipimpin oleh Mikhael:
“Surga telah menang! Bersoraklah dan bergiranglah, hai seluruh malaikat Allah! Allah yang
Maha Baik selalu menang!” (Bulletin,
http://www.akupercaya.com).

Demikianlah kisah Lucifer yang memberontak dan akhirnya dikalahkan oleh Malaikat Mikael dengan cerita ala Hollywood, yang menarik buat saya adalah terjemahan Bintang Timur,  sebagai Lucifer apakah sudah diyakini kebenarannya bila diparalelkan dengan ayat-ayat lainnya?

Yes14:12

Terjemahan Resmi: “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Dalam bahasa Latin, kata “Lucifer” yang berarti “Pembawa Cahaya” (dari lux, lucis, “cahaya”, dan “ferre”, “membawa”), adalah sebuah nama untuk “Bintang Fajar” (planet Venus ketika muncul pada dini hari).

Versi Vulgata Alkitab dalam bahasa Lain menggunakan kata ini dua kali untuk merujuk kepada Bintang Fajar: sekali dalam 2 Petrus 1:19 untuk menerjemahkan kata bahasa Yunani “Φωσφ?ρος” (Fosforos), yang mempunyai arti harafiah yang persis sama dengan “Pembawa Cahaya” yang dimiliki “Lucifer” dalam bahasa Lain; dan sekali dalam Yesaya 14:12 untuk menerjemahkan “????” (Hêl?l), yang juga berarti “Bintang Fajar”.

Dalam ayat yang belakangan nama “Bintang Fajar” diberikan kepada raja Babilonia yang tirani, yang dikatakan oleh nabi akan jatuh.

Ayat ini belakangan diberikan kepada raja iblis, dan dengan demikian nama “Lucifer” kemudian digunakan untuk Setan, dan dipopulerkan dalam karya-karya seperti “Inferno” oleh Dante dan Paradise Lost oleh Milton, tetapi bagi para pengguna bahasa Inggris, pengaruhnya yang terbesar disebabkan karena nama ini digunakan dalam Alkitab Versi Raja James, sementara versi-versi bahasa Inggris lainnya menerjemahkannya dengan “Bintang Fajar” atau “Bintang Siang”.

Bersambung pada Bagian 9 :  Benarkah Allah Menciptakan Iblis (Bagian 9)