Kisah Cinta Manusia Pertama di Dunia

Mari kita memahaminya dengan memahami kisah cinta yang tercatat dalam Alkitab.

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Kejadian 2:22-23

Itulah kisah pernyataan cinta pertama lelaki kepada wanita, rayuan pertama lelaki kepada wanita. Adam selain seorang pecinta ulung juga seorang perayu ulung! Apa reaksi Hawa ketika mendengar pernyataan cinta Adam? Tidak ada! Bila ada, Alkitab pasti mencatatnya. Mungkin pada saat itu Hawa belum belajar ngomong, namun mustahil dia tidak merasakan cinta Adam padanya, pernyataan cinta yang dasyat dan tak kenal kompromi.

Selanjutnya Alkitab menubuatkan:

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kejadian 2:24

Kenapa Hawa diam saja ? Kenapa Hawa tidak memberi reaksi? Anda tahu pernyataan cinta pertama wanita kepada lelaki, rayuan pertama wanita kepada lelaki?

Alkitab mencatatnya:

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Kejadian 3:6

Itulah kisah pernyataan cinta pertama wanita kepada lelaki, rayuan pertama wanita kepada lelaki. Coba anda renungkan, hal pertama yang dilakukan Hawa adalah memakannya, bukan memberikannya kepada kekasihnya. Begitukah prilaku seorang pecinta ulung? Apakah itu Setelah memakannya dan merasakan akibatnya, diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia. Kenapa Hawa memakan buah itu duluan, tidak memberikannya kepada kekasihnya? Kenapa Hawa setelah merasakan akibat buah itu lalu memberikannya kepada Adam? Begitukah prilaku seorang pecinta ulung? Apakah Hawa egois dan mau enak sendiri? Apakah Hawa tidak mencintai Adam?

Selanjutnya Alkitab mencatat, dan suaminya pun memakannya. Kenapa Adam memakannya? Kenapa Adam memakannya tanpa mempertanyakannya? Atau dia mempertanyakannya namun tetap memakannya? Bukankah Alkitab sudah menubuatkan, karena itu (cintanya kepada kekasihnya), dia akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging? Siapakah ayah Adam? Allah! Siapakah ibu Adam? Allah! Adam meninggalkan Ayahnya dan Ibunya untuk bersatu dengan Hawa, sehingga keduanya menjadi satu daging. Menjadi satu daging bukan bersetubuh, namun menjadi satu daging artinya menjadi fana. Adam meninggalkan Allah untuk menjadi satu dengan Hawa, sehingga keduanya menjadi fana, tidak kekal.

Itulah kisah cinta pertama manusia yang dicatat Alkitab